Dua LSM di Loteng melapor dugaan seorang Kadis setempat main serong ama janda jembut. Salahsatu kos di Praya diduga mulu tempat mereka ho'oh.
L S M Corruption Watch (NCW) bersama Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Sasak (AMPES) bersurat ke Bupati Loteng akan melakukan demo hearing.
Mereka mendesak Bupati Loteng, HL Pathul Bahri segera mencopot Kadis itu.
Dua LSM yang dikenal piawai menguntit perselingkuhan itu mempunyai bukti kuat termasuk fhoto bahwa Kadis itu diduga datang ke kos bersama janda semok.
Menurut para LSM ini dalam surat tersebut, tuntutan pencopotan Kadis itu karena diduga melakukan perselingkuhan di salah satu rumah kos yang berlokasi di wilayah Praya.
Tindakan tersebut dinilai telah mencederai norma sosial dan merusak integritas sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).
NCW dan AMPES dalam suratnya menyatakan, sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat terbuka dan majemuk, pihaknya berkomitmen penuh untuk membantu masyarakat, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum.
Fokus utama mereka adalah mewujudkan tata kelola Pemerintahan Daerah yang bersih dan jauh dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), termasuk menjaga moralitas para pejabat publik.
Dalam tuntutannya, Kadis tersebut, melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana perzinaan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengatur sanksi tegas bagi aparatur negara yang melanggar kode etik dan disiplin pegawai.
Kedua lembaga ini telah menjadwalkan aksi hearing resmi pada Senin, 15 Juni 2026, bertempat di Kantor Bupati setempat.
Ketua AMPES, Lalu Subadri, menyatakan akan menggelar konfrensi pers pada senin mendatang. ”Hari Senin kami komrensi pers,” kata via telphon.
Sementara itu kadis Loteng di maksud belum bisa dikonfirmasi. PaPa
