Tragedi Wartawan Cafe Ilegal Jadi Gosip Emak-emak Dasteran

PaPa
By -
0


Pasca pemukulan satu dari lima jurnalis yang tugas investigasi di sebuah cafe remang-remang semakin seru.

Wartawan menduga ada oknum LSM kuat yang disinyalir rela jadi algojo kejam cafe ilegal itu.



K A B A R  mengenai wartawan yang tugas jurnalistik dianiaya di sebuah cafe remang-remang di bilangam Suranadi, Narmada, Lobar, itu terus menyebar.

Insiden tersebut bahkan menjadi gosip setiap angkringan di NTB. Emak-emak dasteran di sejumlah komplek perumahan juga tak ketinggalan. Pun di kalangan LSM dan wartawan menjadi bahan perbincangan serius.


Penasaran dengan kejadian itu, sejumlah LSM dan wartawan lain melakukan investigasi.

Agus Sukandi, pimpinan sebuah LSM penduduk Puyung Loteng mencatat informasi dari berbagai sumber bagaimana tragedi itu berlangsung.


Kronologis kejadian menurut informasi yang didapat Agus, sekitar lima orang wartawan mendatangi cafe itu, sabtu pekan lalu. Para wartawan datang setelah menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya LC atau Patner Song (PS) di bawah umur yang diduga dipakai cafe melayani tamu lelaki hidung belang. 

Lima wartawan dari berbagai media itu pun kompak melakukan investigasi jurnalistik langsung ke lokasi.


Mereka datang berlagak dan berkelakuan seperti tamu sange. Mereka pesen macem macem di situ.

Saat itu sepertinya pihak cafe mengetahui gelagat yang mencurigakan dan menghampiri wartawan. "Ketika itu wartawan ngaku sedang melakukan investigasi.  Kemudian sempat cek cok lantas wartawan ditendang dan dipukul," kata Agus. 


Sejumlah wartawan lain berusaha melerai dan membantu teman yang dianiaya itu. Namun sejurus kemudian, salah seorang oknum LSM keluar dari dalam ruangan cafe dan mengeluarkan kata-kata menantang.


Menurutnya seperti info yang diperoleh Agus, tingkah laku oknum LSM itu seperti orang yang baru habis minum tuak banyak atau habis nenggak Anggur Colesom Cap Orang Tua yang kini berubah nama menjadi Amer.

"Saya pasang badan bagi siapapun yang mengganggu cafe ini," ujar oknum LSM itu seperti yang ditirukan Agus.


Agus sendiri mengaku diceritakan oleh orang lain. Sedangkan orang lain yang cerita kepada Agus itu, mendapat cerita dari orang lain pula.


Salahsatu wartawan berinisal MSN yang ikut tugas jutnalis malam itu mengaku, ketegangan dan ketersinggungan kian memuncak ketika oknum LSM itu terang terangan membela cafe remang-remang ilegal yang menjual minuman keras.

"Yang menjadi persoalan kami adalah, kenapa ada oknum LSM yang membela cafe," ucap MHS.


Menurut MHS, kemungkinan oknum LSM itu jarang ibadah pula. PaPa


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default