Wartawan Dikepret Pemilik Cafe. Bibirnya Jontor

PaPa
By -
0

 

Seorang wartawan diduga dihabok pemilik sebuah cafe saat sedang investigasi jurnalistik. Matanya berkunang sampai melihat seperti ada bintang-bintang.



P O L I S I  Resor Kota Mataram akan memanggil pengelola sebuah cafe di bilangan Suranadi, Narmada, Lombok Barat (Lobar). 


Di cafe itu  telah terjadi dugaan pemukulan yang dilakukan pengelola cafe tehadap wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalistik.

"Masih proses lidik. Pelapor sudah kita panggil," ujar Ajun Komisaris Polisi I Made Dharma Yulia Putra kepada media, Ahad (31/5/26). 


Pengelola cafe berinisial D, dilaporkan memukul salahseorang wartawan asal Lombok Timur (Lotim) beinisial W saat melakukan tugas investigasi, Sabtu (23/5/26).

Menurut W, pihaknya bersama dua orang wartawan lain asal Loteng datang ke cafe itu untuk melakukan tugas investigasi jurnalistik mengenai dugaan "perdagangan" anak di bawah umur di cafe itu.


Mereka datang untuk membongkar borok dugaan menggunakan jasa cewek di bawah umur kepada pelanggan cafe. "Selain dugaan menggunakan anak bawah umur, cafe itu juga ditengarai ilegal, tidak punya ijin," kata W kepada SadapLombok.com

W mengaku areal wajahnya "dipermak" pengelola cafe.


Kasat Reskrim Dharma juga akan segera memanggil terlapor D untuk dimintai keterangan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan tersebut. "Kita akan segera layangkan surat (pemanggilan)," tegas Dharma. 


Menurutnya, berdasarkan bukti laporan yang diterima, korban melaporkan dugaan penganiayaan ke Polresta Mataram pada Sabtu (23/5/26). 

Dalam laporannya, korban sedang melakukan investigasi atas beredarnya informasi dugaan adanya Ladies Company (LC) dibawah umur yang dipekerjakan dan penjualan minuman keras golongan C oleh pemilik cafe.


Saat itu ada ketersinggungan yang dialami oleh korban, sehingga terjadi sedikit cek-cok. Tapi sial, tiba-tiba D yang pengelola cafe keluar dan melakukan pemukulan kepada korban tepatnya di pipi sebelah kanan.

Tidak terima dengan perlakuan pelaku, korban langsung visum dan melapor ke Polresta Mataram.


Penelusuran sejumlah jurnalis lain menyebut, cafe itu diduga "dijaga" oknum seorang  LSM asal Lobar yang sangat disegani di wilayah Suranadi.

 "Apapun yang terjadi oknum orang LSM itu akan pasang badan membela cafe tersebut," kata seorang sumber. PaPa

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default