Sebelum Rumah Adat Sade Terbakar. Gak Ada Pejabat Mikirin Hal Ini?

PaPa
By -
0

 

Kampung Sade, lokasi perumahan adat di Desa Rambitan Kecamatan Pujut, Loteng merupakan destinasi wisata yahuud di NTB. 

Para pejabat bangga bahwa lokasi wisata itu bisa menyedot duit banyak dari wisatawan untuk kas daerah.



PULUHAN tahun gonta-ganti gubernur dan bupati, tapi sungguh sayang, tak ada terbersit di benak para pejabat kalau perkampungan itu harus dijaga dari bahaya api.


Mereka sebenarnya mengetahui kalau struktur seratus lebih unit rumah adat tradisional di kampung itu berbahan kayu dan bambu. Dindingnya dari anyaman bambu ditambah atap ilalang.

Bahan-bahan ini sangat digemari api.


Keadaan rumah yang padat dan berhimpitan juga akan membuat pasrah jika ada kebakaran.


Sial memang, setelah kebakaran yang menghanguskan 80 lebih rumah seluruh kampung, barulah Ramli, 54, penduduk setempat sadar.

Bahwa kampung destinasi wisata NTB  itu sesungguhnya harus dijaga keberadaannya terutama oleh pemerintah karena kampung wisata itu "pencetak" duit daerah.


Menurut Ramli, pemerintah harusnya membuat sistem penanggulangan kebakaran karena struktur perumahan seperti itu rawan kebakaran.

"Rumah adat Sade adalah destinasi wisata nasional. Seharusnya pemerintah menjaganya betul termasuk dari api," kata Ramli.


Sebenarnya para pejabat eksekutif maupun legialatif di daerah ini sangat bisa melakukan langkah antisipasi. 

"Pasti mereka tau kalau struktur rumah di kampung adat Sade akan mudah kebakar. Tapi mungkin mereka belum mau," katanya.


Lucunya saat kebakaran terjadi, warga penghuni rumah adat mengaku tak punya alat memadamkan api sekelas Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pun. Ada warga menuju Alfamart minjam alat di maksud.

"Ndak bisa padam cuma pake APAR sebiji," seloroh Ramli.



Selain pengunjung manca negara, para pejabat "kakap" dikabarkan sering datang ke situ.  Presiden dan jajarannya juga pernah. 


Juga jika ada tamu pejabat luar datang ke NTB, pemerintah di sini kadang mengarahkan mereka datang ke rumah adat Sade untuk belanja maupun penjelasan tentang budaya Lombok saat selesai urusan.


Tuaq Gesun 52 tahun penduduk dusun Telok Bulan, Rambitan, tak jauh dari kampung adat kebakaran itu menyampaikan penyesalannya.

Setelah kebakaran terjadi dia mengaku marah terhadap dirinya sendiri. 

"Saya menyesal tidak mengingatkan para pejabat menjaga kampung ini dengan membuat sistim pengamanan kebakaran," gerutu peternak kambing ini.


Gesun menjelaskan, seharusnya dibuat sistem antisipasi kebakaran berupa saluran air antisipasi kebakaran biar air bisa langsung dipakai pas ada kebakaran. Intinya kata dia, air ada, tekanannya cukup, dan gampang diakses.


Gesun menyebut jenis-jenis sistem antisipasi kebakaran yang dipakai di rumah, gedung, sampai kompleks.

Untuk rumah atau Perumahan, Gesun menyarankan Hydrant apekarangan. Ini adalah keran air khusus ditambah selang 20-30m. Tekanan dari pompa atau toren atas. Taruh tiap 100m di kompleks

Tandon arau toren khusus pemadam, minimal 2000-5000 liter. Dipisah dari air rumah tangga. Dilengkapi pompa booster biar tekanannya kuat.

"Pipa cabang ke titik rawan. Pakai pipa HDPE atau Galvanis biar nggak meleleh," sebut dia.


Untuk gedung atau kantor juga pabrik,  Gesun menyarankan pakai Hydrant Gedung - Type A dan B.

Untuk Hydrant Type A,  ada selang tambah nozzle di dalam box agar warga bisa pakai.

Hydrant Type B,  cuma ada koneksi selang khusus pemadam kebakaran yang bawa selang sendiri.


Sprinkler System yakni pipa di langit-langit. Otomatis nyemprot kalau kena panas >68°C.

Fire Pump dan Jockey Pump untuk jaga tekanan air di pipa tetap 4-8 bar. Kalau tekanan turun, pompa langsung nyala.


Selanjutnya, ulas Gesun, untuk jalan dan fasilitas umum yakni Hydrant Kota.

 "Yang warna merah di pinggir jalan itu. Sumber dari PDAM khusus jalur pemadam," katanya.


Kolam atau sumber air terbuka yakni embung, kolam, sungai. Jadi sumber cadangan kalau PDAM mati. 

Saluran drainase yang bisa jadi cadangan. "Di beberapa tempat drainase besar disambung ke sistem pemadam," katanya.


Hal penting saat bikin saluran air antisipasi kebakaran menurut Gesun, adalah tekanan minimal 4 bar. "Kalau cuma ngandelin gravitasi toren, maka taruh toren minimal 10m di atas tanah," sebut Gesun.


Diameter pipa juga jangan kekecilan. Menurut Gesun, umumnya 2.5 inch - 4 inch biar debitnya besar.

Sumber air ganda tak cukup denganPDAM saja. Harus ada tambahan seperti sumur bor dan tandon. Ini untuk aga-jaga kalau satunya mati.


Akses sangat penting. Saran Gesun,  jangan ketutup parkir motor. Kasih rambu dan cat merah

Selanjutnya maintenance yakni uji alirkan air tiap 6 bulan. Cek kebocoran dan karat. PaPa

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default