Dewan Loteng kepingin agar shelter kekerasan seksual ada di Loteng.
Sebagai tempat curhat dan perlindungan sementara para santri yang dipakai ngeseks sama oknum gurunya.
K O M I S I IV DPRD Lombok Tengah (Loteng) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Loteng segera menghadirkan shelter atau rumah aman kekerasan seksual.
"Sebagai pusat pemulihan korban kekerasan seksual guru terhadap santri," kata Nurul Adha, Anggota Komisi IV dewan setempat seperti diberitakan sejumlah media baru baru ini.
Desakan itu menyusul terjadinya kasus kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru pondok pesantren terhadap sejumlah santrinya.
"Kami mendesak Pemkab Loteng segera menghadirkan shelter itu," ujarnya.
Shelter kekerasan seksual adalah rumah aman bagi para anak korban kekerasan seksual. Di situ mereka tinggal sementara didengar curhatnya sekaligus untuk mengamankan mereka dari pelaku supaya mereka bisa pulih.
Menurut Nurul Adha, penanganan psikologis jangka panjang bagi para santri korban kekerasan seksual merupakan hal yang sangat penting.
"Keberadaan shelter khusus di Loteng sudah sangat mendesak agar proses rehabilitasi mental korban bisa berjalan maksimal dan terarah," pungkas Nurul Adha. PaPa
