Ritel Modern Ditutup. Tulis Komentar Dan Taruh Foto Saya Ya. Kata Orang Dalam Berita Ini

PaPa
By -
0


nih Nujum yang datang tergopoh gopoh itu


Pakar lingkungan NTB Dr. (C). Haji Nujumudin mempersoalkan penutupan sejumlah gerai toko moderen Alfamat dan Indomaret di Loteng.

Pemda Loteng telah membuat karyawan hilang pekerjaan.



H A J I  Nujumudin tergopoh gopoh menaiki tangga teras rumah itu, Kamis (21/5/26) sekitar pukul 14.00. 

Memakai pakaian ala timur tengah, wajah Nujumudin nampak was was. "Celakalah.. Pemda Loteng telah membuat ratusan orang menjadi pengangguran," ujarnya.

Nujumudin langsung duduk di karpet teras rumah itu.


Emosi Nujumudin mulai tidak stabil usai mendengar kabar bahwa, ratusan karyawan Alfamart berunjuk rasa ke kantor bupati, Rabu lalu.

Di situ para karyawan meminta bupati untuk mencarikan solusi.

Kata Nujum fhoto ini saat dia di serkuit MotoGP


Mendengar itu Emosi Nujumudin naik turun. "Seharusnya pemerintah melihat nasib para karyawan," desis Nujum, panggilan akrab manusia itu.

Menurut Nujum,  keberadaan Alfamart atau Indomaret di Loteng justru menguntungkan. 


Nujum merinci yakni, pertama, gerai ritel modern yang tersebar di berbagai kecamatan di Loteng menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah yang signifikan. 

Hal ini membantu mengurangi angka pengangguran daerah, khususnya bagi lulusan baru (fresh graduates) tingkat SMA/SMK dan diploma di wilayah tersebut.


Kedua lanjut Nujum, ritel ini memiliki program kemitraan untuk mengakomodasi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) khas Loteng seperti camilan lokal, kopi, atau kerajinan tangan agar bisa dipasarkan di rak khusus gerai mereka. "Ini memberikan peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas," kilah Nujum.

Fhoto yg ini lagi di Yerussalem kata dia. Tapi sepertinya ini foto editan


Ketiga ulas dia, keberadaan toko modern berkontribusi langsung terhadap penerimaan daerah melalui berbagai sektor pajak dan retribusi. 

Mulai dari PBB, pajak penerangan jalan, hingga retribusi perizinan usaha, yang semuanya masuk ke dalam kas Pemkab Loteng untuk pembangunan infrastruktur.


Keempat, ujar Nujum seraya menujukkan jari telunjuknya karena dia mulai menghitung dari jari kelingking, selain berbelanja barang kebutuhan pokok, masyarakat Loteng mendapatkan kemudahan akses untuk berbagai transaksi non-tunai. Mulai pembayaran listrik, BPJS, tiket transportasi, pengiriman uang, hingga penarikan tunai tanpa harus pergi ke pusat kota atau bank. 

Dia suruh masukkan fhoto yang ini. Saat kuliah dulu katanya


Kelima lanjutnya sambil melipat jempol, yakni ritel  menerapkan sistem harga tunggal dan kepastian stok yang dikelola secara digital. Hal ini membantu menjaga stabilitas harga barang kebutuhan sehari-hari di Loteng, serta memberikan alternatif belanja dengan kenyamanan ekstra (ruangan ber-AC dan tata letak yang rapi).


Keenam sebut dia sambil mengulang lagi dari kelingking, kehadiran Alfamart atau Indomaret sering kali menjadi anchor tenant (penarik massa) yang menghidupkan area sekitarnya. Lokasi di sekitar gerai biasanya ikut berkembang dengan tumbuhnya pelaku usaha kecil lain, seperti pedagang kaki lima (kuliner lokal), konter pulsa.


Ketujuh, kata dia dengan suara ditinggikan, kebanyakan para pekerjanya merupakan tulang punggung keluarga. " Jadi ada harapan mereka untuk hidup berkelanjutan," katanya.


Ke delapan dan sembilan, lanjut Nujum, tidak menjadi beban Pemda atau pemerintah pusat untuk pembangunan gedung, serta mereka mau kerja di pemerintahan susah diterima walaupun sebatas P3K PW dengan gaji Rp200 ribu. Sedangkan di Alfamart mereka bergaji Rp2 jutaan.


Lanjut ke nomer sebelas, sebut Nujum, para pembeli kebanyakan dari kalangan orang bergaji seperti rekan2 yg jadi ASN.

"Sedapat mungkin Alfamart atau Indomaret jangan ditutup," harap Nujum. Pau

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default