Dukung Seaplane Batujai. Dinas Pariwisata Loteng Tolak "Matikan" Nelayan

PaPa
By -
0

 


Stand pelat pesawat amphibi di Bendungan Batujai mendapat dukungan penuh Dinas Pariwisata setempat. 

Kadis-nya minta jangan "matikan" nelayan.



K E P A L A Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Lalu Muhamad Hatta, mendukung penuh inisiatif PT. Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) Air, membangun terminal seaplane di Bendungan Batujai.

Terminal itu digunakan sebagai konektivitas wisata premium baru. 


Namun dia menegaskan, pariwisata tidak boleh tumbuh di atas penderitaan warga, termasuk nelayan di seluruh lingkar bendungan.


"Bendungan Batujai, harus jadi contoh pertama di Indonesia yakni Seaplane yang mensejahterakan nelayan, bukan mengusirnya," tegas Bajang Atta, panggilan karibnya.


Pihaknya mendorong model "Zona Biru-Hijau-Emas" agar nelayan tetap jadi tuan rumah, dapat akses ekonomi baru sebagai boatman, guide, dan UMKM, serta 70% badan air tetap untuk rakyat. 

"Karena wisatawan dunia datang ke Lombok bukan hanya cari kecepatan, tapi mencari dan merasakan kehangatan geger girang gerasak orang lombok tengah," ucap dia.


Seperti diketahui, rencana pembangunan terminal seaplane (pesawat amfibi) di Bendungan Batujai tahun 2026 ini memicu gelombang penolakan dari masyarakat setempat.

Masyarakat lingkar bendungan yang 99 persen nelayan itu khawatir mata pencaharian mereka mati akibat seaplane dimaksud.


Keberadaan seaplane ini, menurut kadis Pariwisata Loteng justru memperkuat  peningkatan pertumbuhan ekonomi terutama bagi maayarakat lingkar bendungan.


Namun menurutnya tentu masyarakat sekitar harus diberi manfaat langsung seperti prioritas kerja atau penghasilan dari keberadaan seaplane itu hingga akses khusus warga terutama nelayan. PaPa


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default