Tersingkir Karena Bohir. Nelayan Bendungan Terancam Melarat

PaPa
By -
0

 


Pemprov NTB dan Pemda Loteng telah bersekongkol memberikan Bendungan Batujai kepada sebuah perusahaan untuk dijadikan stand pelat pesawat amphibi.

Perusahaan itu bakal mendatangkan para cukong tajir ke daerah ini.



KESEPAKATAN antara pemerintah dan  PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN) Air, itu sudah beres betul.


Akhir tahun ini bendungan Batujai sudah beroperasi menjadi terminal induk pesawat amfibi (water plane)  untuk mendukung konektivitas penerbangan wisata.

Di situ nanti sejumlah pesawat amphibi akan meraung-raung bolak balik mengangkut para bohir


 Saat meninjau lokasi bersama pemerintah setempat beberapa waktu lalu, Wakil President PT Aman Air Daniel Dwi Ananta menyatakan terminal pesawat  ditargetkan beroperasi akhir tahun 2026 ini.

"Sebelum operasional kami  akan membangun infrastruktur pendukung seperti darmaga dan hanggar untuk penyimpanan dan perbaikan pesawat di kawasan Bendungan tersebut," katanya.


Bupati setempat HL Pathul Bahri juga berkomentar saat itu. Dia mengatakan Bendungan Batujai ditargetkan menjadi pusat koneksi penerbangan wisata klas premium.


Sebelum dibangun, Pemerintah provensi NTB juga berkemontar lewat media. 

Melalui Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, kepada sejumlah media mengatakan tidak ada penolakan dari warga setempat, termasuk masyarakat yang selama ini memanfaatkan kawasan Bendungan Batujai untuk menjari rejeki dengan mencari ikan.


Namun ucapan Ervan itu meleset di lapangan.

Malah kini pembangunan terminal seaplane (pesawat amfibi) memicu gelombang penolakan dari masyarakat lingkar bendungan yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil bendungan.


Nelayan seluruh dusun dari beberapa kecamatan yang lokasinya tersebar di lingkar bendungan seperti Dusun Karang Baru, Embung, Merang Baru, Muskalah, Sesake, Selebung, hingga Tunjeng, menyatakan penolakannya. 


Mereka merasa terancam kehilangan mata pencaharian utama dan menganggap proyek tersebut hanya akan menambah daftar panjang penderitaan masyarakat lokal.

"Pembangunan seaplane akan mematikan ekonomi warga," ujar Ketua Nelayan Karang Baru Barat sekaligus Ketua Pokmar Pade Angen, Beni Kuspandi kepada wartawan pada Senin (29/6).


Menurut Beni sekitar 99 persen masyarakat di wilayah lingkar bendungan adalah nelayan.

Kalau ini benar-benar terbangun, lanjut Beni, otomatis para nelayan akan kelaparan. Kalau sudah kelaparan, mereka akan panas, dan siap melakukan segala cara.


Selain dampak ekonomi, aspek sosial juga menjadi sorotan. 

Bendungan Batujai ini setiap hari sudah menjadi destinasi wisata, apalagi di sore hari selalu ramai. Jika seaplane dibangun, otomatis kunjungan-kunjungan itu terancam hilang karena seaplane ini sifatnya VVIP, bukan untuk umum. Pau


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default