Api dengan cepat menjalar ke mana-mana.
Kampung rumah adat Sade, destinasi wisata andalan NTB itu rata tanah menjadi abu.
KEBAKARAN hebat meluluhlantahkan kawasan kampung rumah adat Sade di Desa Rambitan Kecamatan Pujut Loteng, Sabtu malam (22/8).
Beberapa saat kemudian kampung pariwisata kelas dunia itu ludes tak tersisa.
Belum diketahui penyebab pasti kebakaran ini.
"Kami sangat panik. Api begitu cepat menjalar," ujar Manem, 52 tahun, tokoh masyarakat setempat yang rumahnya tak jauh dari kampung adat tersebut kepada www.sadaplombok.com.
Manem bersama warga lain berikut tim Pemadam kebakaran yang buru-buru ke lokasi tak bisa berbuat banyak karena struktur semua rumah adat terbuat dari kayu berdinding pagar dan beratap ilalang.
Saat kebakaran terdengar pula ledakan tong gas LPJ di kawasan kampung itu. Para konten kreator juga tetlihat sibuk.
"Rumah-rumah juga berhimpitan membuat api cepat menjalar ke rumah lain," kata Manem.
Rumah adat Sade adalah destinasi wisata andalan Loteng. Kampung itu dijaga keasliannya oleh pemerintah untuk menarik wisatawan.
Wisatawan datang dan masuk kampung itu dengan membayar tiket. Mereka akan melihat model rumah-rumah menghadap utara selatan asli masyarakat Lombok
Di situ juga wisatawan dapat melihat proses menenun kain dengan tradisional yang dilakukan para wanita penghuni kampung. Berbagai kerajinan selain kain tenun ada.
Di sana juga terdapat tempat untuk upacara adat.
Kampung tersebut juga merupakan alat pencetak uang PAD Loteng dari hasil kunjungan wisata.
Berbagai aktraksi adat hingga upacara selalu digelar di kawasan tersebut sebagai "bisnis" pariwisata yang menyumbang PAD. PaPa

