Tahan Nyawa Pasien Biar Nggak Kabur. NAKES P3K PW Loteng Cuma Diupah 200 Ribu

PaPa
By -
0

 Nasib ratusan pegawai pemerintah tenaga kesehatan P3K PW Loteng "dibuat" berantakan.  Mereka "berceceran" di semua Puskesmas dan rumah sakit di daerah itu.


SADAP LOMBOK - Mereka dipaksa senyum, sapa, hingga harus buru buru melayani para pasien maupun tamu. Nyawa pasien menjadi taruhan.

Di balik itu, ternyata mereka tidak "dihargai" pemerintah.  Ilmu dan tenaga mereka cuma dibandrol Rp 200 ribu perbulan. 


Itu berdasarkan surat kontrak yang ditandatangi berisi salahsatunya besaran upah yang diterima. 

Keadaan ini akhirnya pecah dalam bentuk "emosi". Mereka beramai ramai mendatangi dinas kesehatan setempat.


Ratusan Tenaga Kesehatan (Nakes) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu (PW) yang tergabung dalam beberapa organisasi profesi seperti, Majelis Bidan Kesehatan (MBK), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Barisan Nakes Bersatu Kita Kuat (BANGKIT) mendatangi Kantor Dinas Kesehatan Lombok Tengah, Rabu, 15 April 2026. 


Mereka  mempertanyakan kejelasan nasib serta besaran gaji yang mereka terima.


Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi para tenaga kesehatan yang menilai kesejahteraan mereka masih jauh dari harapan. Dalam surat perjanjian kerja yang telah ditandatangani, gaji nakes PPPK paruh waktu tercantum sebesar Rp 200 ribu per bulan.


Ketua Forum Nakes Loteng, Sumarni mengatakan nominal tersebut dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalankan para tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu biaya pendidikan sekolah kesehatan juga "gila". Tanggungjawab setelah bekerja sebagai pegawai juga besar. PaPa

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default