Oknum Dosen Unram Genit Dilapor. Ngajar Sambil "Jorokin" Murid Cewek

PaPa
By -
0

 


Sejumlah Mahasiswi Unram melapor mengalami pelecehan seksual. Oknum dosen di situ diduga kegatelan 



S E J U M L A H mahasiswi Universitas Mataram (Unram), NTB, melaporkan tindak pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum dosen di sana.

Para mahasiswi dari Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP) itu melapor ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram (Unram), Jumat (15/5/26).


Mereka mengaku salahsatu oknum dosen di fakultas tersebut sebagai pelakunya. 

Pihak PPKS  mendalami kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. "Sebenarnya jumlah mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan cukup banyak. Tapi baru beberapa orang yang lapor," ujar Nanang, Ketua Badan Eksklusif Mahasiswa (BEM) FHISIP Unram kepada media.


Menurut Nanang, sesuai laporan yang diterima, tindakan pelecehan yang dialami para korban didominasi oleh kekerasan verbal bernuansa seksual yang terjadi berulang kali di dalam kelas saat proses perkuliahan. 

"Ada beberapa korban juga melaporkan adanya tindakan kontak fisik yang tidak pantas, seperti dipegang pegang," kata Nanang.


Seperti diketahui kekerasan verbal bernuansa seksual itu yakni kekerasan memakai kata kata yang menyerang, melecehkan atau merendahkan orang lain dengan muatan seksual.

Ini termasuk kekerasan seksual non fisik yang diatur di UU TPKS nomor 12/2022.

Bentuknya, seperti siulan, komentar seksual, candaan jorok, ancaman seksual, penyebaran ancaman seksual, permintan seksual, maupun pelecehan online.


Dalam kasus Unram ini, diduga oknum dosen memberikan kuliah sambil ngomong berkaitan dengan seksual dan memegang dan meraba mahasiswi pada tubuh wilayah bahu dan tangan.

Menurut Nanang, jumlah mahasiswi yang diduga menjadi korban pelecehan itu cukup banyak, namun hanya beberapa mahasiswi yang sampai sekarang mempunyai keberanian untuk melapor dan memberikan keterangan resmi kepada pihak berwenang.

"Dugaan kami cukup banyak, tapi baru sebagian yang berani melapor dan memberikan keterangan kepada Satgas PPKS," aku Nanang.


Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, membenarkan pihaknya telah menerima aduan dari para korban. Dia mengaku bergerak cepat melakukan penanganan.  "Saat ini, Satgas PPKS sedang dalam tahap pemeriksaan intensif terhadap korban serta para saksi," kata Joko.


Joko juga memperkuat bukti-bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV hingga percakapan chat. "Korban yang melapor juga mendapatkan pendampingan psikologis dan perlindungan privasi selama proses ini," katanya.


Pihak universitas melalui Satgas PPKS berkomitmen mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan adil, demi menjamin lingkungan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan seksual. Rena


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default