Seorang tokoh pemuda ikut menjadi jawara pertarungan memperebutkan kursi satu Desa Mertak Tombok, Praya.
Dekat dengan masyarakat sejak dulu menjadi "azimat" mujarab baginya.
HUMORIS, energik dan berpenampilan sederhana. Pria paruh baya itu duduk di lantai trotoar jalan raya, persis samping Masjid Agung, Praya, Lombok Tengah (Loteng), Rabu (6/5/26) siang.
Lalu Daswin Miharja (49) nama orang ini adalah penduduk Dusun Jempong Eler, Desa Mertak Tombok.
Dia karib dipanggil Win.
Hari itu dia menunggu bunyi "bedug" zuhur di masjid. Ie mengaku baru balik dari dinas pertanian setempat untuk mengawal program bagi masyarakat desanya.
Win, merupakan salahsatu kandidat calon kepala desa di sana. "Tapi siapapun yang ikut nyalon saat ini, mereka adalah putra putri terbaik," kata pria yang selalu membantu istrinya usaha sate ini.
Bagi dia, Desa Mertak Tombok, adalah desa super yakni desa religi. "Di desa ini terdapat empat buah pondok pesantren (Ponpes)," katanya.
Selain itu, wilayah desa juga dikelilingi Ponpes desa lain yang lokasinya berada di perbatasan desa Mertak Tombok.
"Jika Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk memimpin, maka keterlibatan para kiai, tuan guru maupun ustadz dalam strategi kepemimpinan harus dilibatkan, tanpa menggeser keterlibatan masyarakat lain elemen lain, seperti pemuda, petani, perternak dan lainnya," katanya.
"Insyaallah mudah mudahan masyarakat mempercayakan kepada kami," sambungnya berharap.
Sesuai keadaan geografisnya, masyarakat Desa Mertak Tombok dihuni masyarakat berprofesi petani dan peternak. Menurut Daswin, pihaknya nantinya akan mendorong mereka dengan program pemerintah melalui dinas pertanian dan peternakan. "Tak terlepas dati dinas lain sesuai arah pembangunan masyarakat," pungkasnya. PaPa
