Investigator gagal pilih cara lain untuk mengetahui siapa oknum LSM bekingan cafe remang-remang.
Dia Pakai jasa ghaib
B E R I T A SadapLombok.com sebelumnya berjudul "Sewa Investigator Untuk Tau Oknum LSM. Pada Tragedi Wartawan Cafe Ilegal" tak mengungkap siapa oknum LSM pembela cafe ilegal saat wartawan yang sedang tugas jurnalistik disiksa pihak Cafe.
Bahkan sampai kini sejumlah pihak yang melakukan investigasi hasilnya nihil.
Ahmad Patoni, SH, seorang tukang ojek lulusan hukum pidana yang dibayar memecahkan teka teki pada pemberitaan SadapLombok.com itu juga tak membuahkan hasil.
Masyarakat terus diselimuti rasa penasaran, siapa oknum LSM pembela cafe saat wartawan dianiaya itu.
Ton panggilan akrab Ahmad Fatoni, SH mengkau gagal investigasi pertamanya. Namun dia tak mau kalah. Pihaknya akan kembali melakukannya.
Investigasi kali ini ia tak mau dateng ke wilayah Suranadi, Narmada, Lobar, lokasi cafe tempat insiden tersebut.
Ton kini memilih cara santai yakni dengan menyuruh jasa ghaib. Dukun yang dibayar Ton, akan menyuruh mahluk ghaib ke lokasi untuk melakukan investigasi.
"Hasilnya ces pleng dan tidak ribet," ujar Ton menirukan ucapan Mik Cetur, dukun paten warga Prateng.
Sang dukun menyuruh Ton menulis nama-nama sejumlah LSM di Loteng. Nama-nama itu nanti akan dimasukkan wadah yang dikasi mantra sambil dibakarkan kemenyan berkelas. "Mudahan cara ini ampuh," harap Ton.
Ton menulis sejumlah nama LSM tanpa harus mencatat nama LSM nya untuk disetor ke dukun.
Nomer satu Ton menulis, Lalu Wink Haris, selanjutnya Pahri Gondrong, Agus Sukandi, Lalu Badri, Lalu Hizzi, Rindhot, Sahabudin, Suhaili, Mustakim, Ishak, Lalu Azhar, dan puluhan nama LSM lain.
"Nama ini akan saya stor ke dukun itu. Hasilnya sekitar satu atau dua hari lagi," kata Ton. PaPa
