LSM beking Cafe Ilegal Tragedi Penganiayaan Jurnalis (bagian 5)

PaPa
By -
0

 

Hari ke enam Investigator bayaran itu belum mendapati informasi yahud.

Malah didapati keadaan semakin berantakan.

Infonya sebuah LSM lain dari Loteng terima duit dari pihak cafe ilegal agar LSM menekan pihak wartawan dianiaya itu tak dilanjut Polisi.



S E L A I N memakai jasa dukun paten, Ahmad Patoni, SH alias Ton seorang investigator bayaran itu ternyata menyuruh istrinya bernama Siti Asiah, membantunya investigasi.

Tujuannya agar oknum LSM yang pasang badan terhadap cafe remang-remang ilegal di Suranadi, Narmada, Lobar itu cepat terbongkar.


Ton fokus ke dukun, sementara Siti Asiah, istrinya menyamar sebagai pedagang keliling ke sejumlah cafe di sana. Sambil jajakan makanan ringan ke para pengunjung cafe dan para LC atau PS, Siti Asiah sebisanya menggali informasi.


Namun, kepada suaminya Siti Asiah yang akrab dipanggil Siti itu memberikan kabar tak sedap. 

"Siti bilang, dia dengar isu dari pengunjung cafe, bahwa ada LSM lain menerima uang Rp 25 juta kemungkinan dari pihak cafe, agar wartawan dan Polisi tak lanjutkan kasus ini," kata Ton.

"Istri saya dapat info dari beberapa pengunjung yang lagi minum tuak sambil menggerayangi PS di salahsatu cafe," sambung Ton.


Menurut Siti, selain dikasi duit, para oknum anggota LSM tersebut juga dikabarkan dikasi minum beralkohol dan dikasi meraba-raba PS di cafe ilegal tempat kejadian penganiayaan wartawan itu. "Mungkin itu upah mereka juga," katanya.


Menerima info ini, www.sadaplombok.com menghubungi pimpinan LSM yang diisukan terima duit plus minum dan PS itu. Namanya TGH Agus Setiawan.


Melalui telephon, kepada sadaplombok.com H. Agus bersumpah kalau dirinya pernah menerima duit dari cafe di maksud.

"Mbe ruen kepeng nike kakak. Ndek uah bae gitak kepeng. Dait ndek uah sugul juk cafe mangkin kakak," ujar Haji Agus melalui gelombang elektromagnetik.

"Yak laporan dengan sak jual jual LSM tiang nike kakak," tambah agus dengan nada tinggi.


Lantas siapa yang menjual nama LSM nya Haji Agus itu?.

Pertanyaan ini membuat Ton berfikir keras. "Saya yakin Haji Agus berkata jujur. Berarti ada pihak lain yang menggunakan LSM nya H Agus itu," tebak Ton.


Ton memohon kepada sadaplombok.com menelpon pihak wartawan yang dianiaya itu, apakah ada LSM yang lobi sambil bawakan gula atau rokok.

"Kami tak ada komunikasi apapun dengan pihak LSM terkait tragedi cafe ilegal itu. Dan kami sudah serahkan kepada aparat penegak hukum," ujar W, wartawan yang dikepret pemilik cafe ilegal sampai bibirnya jontor itu.


Wartawan lain yang ikut tugas jurnalistik pada tragedi itu juga menyatakan, pihaknya sudah melapor Polisi dan sedang menunggu proses hukum. 

"Selain pemukulan, kami juga melaporkan dugaan "penjualan" anak dibawah umur dan dugaan cafe ilegal yang menjuak minuman keras," kata M, melalui telephon.


Sekarang pekerjaan Ton bertambah. Mencari tau oknum LSM bekingan cafe ilegal dan mencari tau orang yang menjual nama LSM besutan Haji Agus Setiawan itu.

"Grrr grrrr!.. hiks," desis Ton yang marah bercampur sedih.


Kepada sadaplombok.com, Ton memilih pamit untuk mencari strategi lain. Hari itu, Ton mengaku ngedrop gara-gara tenaga dan fikirannya terkuras dengan kasus ini. 

Ton mengaku akan kembali datang ke sadaplombok.com besok pagi.


Kendati begitu, Ton mengaku tetap akan menggunakan istrinya investigasi karena istrinya punya banyak pengalaman dalam pekerjaan itu.

"Salahsatu keahlian istri saya adalah, dia akan tau siapa tetangganya yang sering melakukan gibah terhadapnya. Dia mendatangi dan memarahinya," ungkap Ton.


Walaupun istrinya hanya lulusan masdrasah swasta terpencil, namun istrinya itu mempunyai bakat investigasi sejak lahir.

Panggilan istrinya SITI, yakni nama yang menurut Ton mempunyai arti mendukung.


Menurut Ton, nama SITI adalah kepanjangan dari, "Saya Ingin Tahu Ikannya" (SITI). "Arti nama itu adalah bentuk rasa penasaran untuk ingin tau apapun, termasuk lauk makanan tetangga," demikian Ton.


Kami akan menyajikan hasil investigasi melalui edisi selanjutnya. PaPa


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default