Beberapa hari sudah, investigator bayaran emak-emak itu hilang dari peredaran.
Ahmad Patoni, SH alias Ton itu kemungkinan sedang menggunakan tak-tik lain.
I N S I D E N pembantaian wartawan di salahsatu cafe "ho'oh" bilangan Suranadi, Narmada, Lobar, itu belum terpecahkan.
Kendati peristiwa itu sudah ditangani aparat penegak hukum, namun sejumlah investigator berlomba mendahului memecahkan teka-teki siapa oknum LSM yang "membaptis" diri pasang badan untuk cafe tempat insiden tersebut.
Rabu malam kami mencoba bertandang ke salahsatu cafe di Suranadi. Di situ para LC nya rata-rata gemoy. Tuak-nya murah kisaran Rp10 ribu perbeling.
Bersama sejumlah witer, kami ngobrol sambil memperhatikan minuman sulingan pohon nira itu. "Masuknya agak lolos di tenggorokan. Naiknya cepat juga," ujar Edi salah satu witer cafe ini.
Kami mencoba mengorek keterangan dari mulut Edi mengenai peristiwa pembantaian jurnalis hingga oknum LSM yang pasang badan untuk cafe. "Saya tidak tau karena malam itu saya pusing kebanyakan minum tuak," aku dia.
Mendadak dari table lain kami melihat seorang tukang servis sound system yang dikontrak sejumlah cafe di suranadi. Nama dia Solihin, S.ag. Kami pun mengajaknya duduk bareng.
Pria jurusan syari'ah itu sudah bertahun-tahun dipercaya sebagai tukang stel alat musik di sejumlah cafe di sana. "Sebagian besar alat sound cafe saya yang stel," ucap pria asal Pringgarata Loteng tersebut.
Berbekal tambahan tuak empat beling, kami mencoba sentil peristiwa insiden jurnalis dimaksud. "Malam saat insiden pemukulan wartawan itu saya ada di sana," katanya.
Walau pria yang mengaku punya jimat pengelaris ini berada di cafe ilegal itu pas kejadian, namun dia mengaku tidak tahu banyak apa yang terjadi. Malam itu dia sepaning tuak dan sesaat setelah keributan dia memilih pontang-panting kabur.
"Cuma saya dengar-dengar dari orang-orang oknum LSM itu teriak dengan mengatakan, salahsatu pengelola cafe adalah "istrinya"," ungkapnya.
Solihin tak mengetahui siapa oknum LSM itu.
Solihin menebak, insiden di cafe hingga membuat bibir jurnalis jontor itu terjadi kerena "cemburu" oknum LSM kepada cewek yang diakui sebagai "istrinya".
Menurut Solihin, oknum LSM itu mungkin cembur hingga berimbas kepada sejumlah jurnalis yang sedang tugas investigasi.
"Dugaan saya ini karena oknum LSM ini menujuk salah seorang cewek di cafe itu sebagai salahsatu istrinya kepada para wartawan," katanya.
Lantas siapa oknum LSM yang pasang badan untuk cafe ilegal dan mengaku punya istri yang juga pengelola cafe itu?.
Solihin akan membantu mengungkapkannya dengan cara mengumpulkan teman-temanya yang bekerja di cafe suranadi.
Penasaran dengan oknum itu, simak edisi selanjutnya. PaPa
