Seorang pelajar asal Loteng ditemukan mati tergantung dalam kamar kos-nya di KLU.
Sebelumnya dia sempat telponan dengan orang lain.
SUANDI Yusuf menemukan teman samping kosnya mati tergantung dengan seutas tali nilon, pada Jumat pagi 12 Juni 2026.
Korban berinisial PA 19 tahun itu dilihatnya tergantung dalam kamar mes persis di lokasi penyewaan parkir di Dusun Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Pemenang, KLU.
Suandi Yusuf mengetahui temannya meninggal sekitar pukul 07.30 WITA. Waktu itu, ia berniat membangunkan PA yang kamarnya hanya berjarak dua meter dari kamarnya itu untuk memulai aktivitas.
Tapi korban tak bersuara walau pintu digedor bertubi- tubi. Merasakan ada yang tidak beres, saksi berinisiatif memanjat dan mengintip melalui lubang ventilasi di atas pintu.
Ajun Komisaris Besar Agus Purwanta, Kapolres KLU dalam laporan resminya menerangkan kejadian itu.
Berdasarkan penyelidikan awal dari keterangan saksi.
Pada Kamis malam (11/6/26) sekitar pukul 22.00 WITA, saksi Suandi mengaku masih mendengar suara korban sedang berbicara dengan seseorang di HP. Saksi tidak mengetahui pasti dengan siapa korban menelepon dan apa topiknya.
Setengah jam berselang, saksi pun terlelap tidur tanpa menaruh curiga.
Diduga kuat, tak lama setelah panggilan telepon itu berakhir, korban nekat mempersiapkan tali nilon dan mengikatkannya ke rangka atap baja ringan kamarnya.
Dari pemeriksaan medis luar, petugas memastikan kondisi tubuh korban murni menunjukkan ciri-ciri klinis gantung diri, seperti adanya jerat simpul hidup di leher dan lidah menjulur.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti utama berupa tali nilon serta 2 unit ponsel milik korban. Dua ponsel inilah yang kini menjadi kunci penting kepolisian untuk mengungkap motif di balik keputusan nekat pelajar tersebut. PaPa
