Sejumlah Pegawai Tenaga Kesehatan (Nakes) Loteng jenis P3K PW "preteli" Kepala Dinas Kesehatan Loteng, bos mereka sendiri, melalui media sosial.
Soal pernyataan Kadis di media sosial terkait nominal penghasilan mereka.
SADAP LOMBOK - Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, Mamang Bagiansah. Sp. FINASIM. C.M.C melalui media sosial, baru baru ini ditepis sejumlah pegawai Nakes P3K Paruh Waktu (PW). Melalui media sosial juga, mereka bongkar kenyataan.
Terkait besaran penghasilan yang diterima para Nakes P3K PW itu tiap bulan, Kadikes Mamang menyebut mereka mendapat jutaan rupiah. Upah pada SK cuma Rp 200 ribu, tapi dari program lain mereka dapat banyak.
Kadikes Loteng
Kadikes Mamang menyebut. Selain upah pokok, ada penghasilan lain dari program yang nilainya jauh lebih besar.
Dari Kapitasi saja, Nakes P3K PW memperoleh 1,2 juta perbulan. Belum dari non kapitasi.
Dari BOK yakni kegiatan Posyandu, P3K PW dapat Rp 300 ribu sekali kerja. Belum lagi program yang lain. "Dari program JKN dan JKK," juga ada.
Jika ditotal, para Nakes P3K PW mendapat jutaan rupiah setiap bulannya.
Tapi pernyataan Kadikes Mamang, di media sosial tersebut memantik kekecewaan dari para Nakes PW. Melalui media sosial mereka juga membeberkan "kebohongan" sang kadis. Mereka ungkap realita sesungguhnya.
Akun atas nama Bayu Teguh Arta, misalnya. Dalam videonya, pria yang diduga pegawai salahsatu puskesmas itu mengungkapkan kekecewaannya kepada Kadis.
"Pernyataan kadis tentang penghasilan Nakes PW tidak benar," demikian kira kira maksudnya dalam video itu.
Dia mengungkapkan, selain penghasilan kecil, Nakes PW juga kerap ditaruh di pekerjaan malam seperti di UGD.
Sedangkan pegawai yang berstatus ASN ditempatkan pada jam pagi. "Malah ada ASN murni keluar menghilang dari kantor pergi entah ke mana. Alasan mereka biasanya jemput anak sekolah," keluhnya.
Akun dengan nama Rahiman Suryapati, juga demikian. Orang yang diduga pegawai Puskesmas wilayah selatan Loteng ini malah mengaplod foto amplop bertuliskan nominal Kapitasi yang angkanya jauh di bawah nominal yang disebut Kadikes.
Kesaksian sejumlah akun media sosial dari orang orang yang disinyalir pegawai Puskesmas, mementahkan pernyatan Kadikes Loteng.
Sebelumnya masyarakat beranggapan bahwa Nakes P3K PW lah yang "banyak akal" ingin gaji besar. Tapi setelah sejumlah pegawai puskesmas melalui akun media sosial membeberkan realita bersama barang bukti, masyarakat mulai kebingungan. PaPa

