Penghasilan "Cekak" Nakes P3K PW Loteng Fitnah.

PaPa
By -
0


 Dinas Kesehatan Loteng "membongkar" jumlah penghasilan asli pegawai Nakes jenis P3K PW Loteng yang bisa digondol pulang.

 Sesungguhnya, kantung mereka "tebal" tiap bulan.

Di sisi lain, para Nakes mengaku cuma dapet "Nopek" alias Dua Cepek, sesuai upah kontrak .


TERNYATA banyak fulus "liar" di situ. Dalam sebulan, kantung para Nakes P3K PW Loteng melulu tembah tebal karena kocek. Dan itu sah dibawa pulang.

Kepala Dinas Kesehatan Loteng, Mamang Bagiansah , Sp. FINASIM. M.C.M menyebut, ada banyak sumber uang untuk para Nakes PW ini.


Upah Nakes PW  yang tertera pada kontrak hanya Rp 200 ribu perbulan. "Tapi itu hanya basic salary atau upah dasar," ungkap Mamang, panggilan beken Kadikes.

Ada beberapa porsi upah yang lain. Ada duit dari kapitasi dan non kapitasi. Ada Bantuan Oprasional Kesehatan (BOK), dan ada bantuan selain dari BOK.

 "Ada Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berikut ada Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)," kata Mamang.


Dalam sebulan, duit kapitasi bisa "meluncur" ke kantung Nakes PW mencapai Rp 1,2 juta di luar upah dasar itu.

Program BOK juga menyumbang duit lumayan untuk Nakes PW. Program BOK ini banyak macamnya, salahsatunya kegiatan Posyandu. 

Dalam sekali Posyandu, para Nakes PW bisa menggondol duit ratusan ribu rupiah dibawa pulang. "Sekali turun posyandu saja, mereka bisa dapat sampai Rp 300 ribu. Belum program BOK yg lain," sebut Mamang.


Para Nakes P3K PW juga "dimanjakan" lewat JKN dan JKK. Mamang mengatakan,  para BLUD juga ada dapat JKN dan JKK. "Dana JKN Rp 2,6 milyar dan JKK Rp 1,9 milyar," sebut dia.


Bupati Loteng

Kenapa lantas Bupati Loteng, HL Pathul Bahri, sampai pernah meminta Nakes P3K PW untuk bersukur kepada tuhan. Saat itu para Nakes lagi "teriak" tidak dihargai karena upah cuma Rp 200 ribu sebulan.

Jawabannya "ces pleng". Bupati tahu bahwa tak cuma Rp 200 ribu penghasilan mereka. Tapi sesunguhnya ada banyak fulus "berkeliaran" yang sah masuk saku para Nakes PW. Tentu melalui banyak program.


Dalam kondisi keuangan daeran sekarang ini, yaah.. P3K Nakes PW tentu wajib menghindari kata serakah dan sebaliknya harus bersyukur. Menurut Kadiskes Mamang, Bupati Pathul tak melulu memikirkan Nakes PW ini, tapi para guru, nelayan, marbot masjid, dan lainnya.


Kini Mamang ikutan saran bupati.  Ia ikut menyuruh para Nakes P3K PW ini bersyukur. Mamang menyampaikan sebuah ayat dalam Al-Qur'an bernada "ancaman" dan mewajibkan bersyukur. Ayat itu, QS Ibrahim Ayat 7, yang artinya. "Jika kamu bersyukur maka aku tambahkan nikmatku, tapi jika kamu kufur maka azabku amat pedih".


Terkait ancaman mogok kerja. Nakes P3K PW adalah ASN yang mana berlaku norma kepegawaian seperti sanksi.

Menurut Mamang, jika mogok kerja tentu tidak berkegiatan yang tentu berpengaruh terhadap kapitasi dan lainnya. Pau


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default