Peran kader sangat penting dalam mewujudkan masyarakat sehat melalui implementasi 5 Pilar STBM. Perubahan perilaku hidup bersih dan sehat.
SADAP LOMBOK - Pembekalan Kader Implementasi 5 Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) UPTD BLUD Puskesmas Kuta tahun 2026.
STBM adalah pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan cara pemicuan (PERMENKES NOMOR 3 TAHUN 2014)
Kepala Puskesmas Kuta, Zainal Abidin, SKM mengatakan, tujuanya pembekalan ini, untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat secara mandiri dalam rangka menurunkan penyakit berbasis lingkungan, mewujudkan desa/kelurahan sehat sehingga mencapai derajat Kesehatan Masyarakat setinggi-tingginya.
Menututnya, lima Pilar STBM yang dijelaskan pada acara itu yakni, stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumahtangga, pengelolaan sampah tumah tangga, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.
Sementara itu, Petugas Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) UPTD BLUD Puskesnas Kuta, Lalu Saiful Bahri, ST, menjelaskan, STBM DAN penyakit Pertusis.
Pertusis, atau dikenal sebagai batuk rejan atau "batuk 100 hari", adalah infeksi saluran pernapasan sangat menular yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis.
"Penyakit ini ditandai dengan batuk hebat, parah, dan terus-menerus yang sering diakhiri dengan suara tarikan napas tinggi (melengking). Pertusis sangat berbahaya, bahkan berisiko kematian, bagi bayi dan balita," ualas dia.
Hubungan STBM dengan Pertusis yakni, perilaku STBM membantu mencegah penularan penyakit, termasuk pertusis, melalui peningkatan kebersihan dan sanitasi.
Perilaku STBM untuk Pencegahan Pertusis cuci tangan pakai sabun (CTPS), Tidak meludah sembarangan, Menjaga kebersihan lingkungan, Ventilasi rumah yang baik.
Menurutnya, penyebab & Penularan, disebabkan bakteri Bordetella pertussis. Bakteri ini menyebar melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
Gejala awalnya menyerupai flu biasa (bersin, demam ringan), yang kemudian berkembang menjadi batuk parah selama berminggu-minggu
Dijelaskannya, pada bayi, pertusis bisa menyebabkan apnea (henti napas) atau sianosis (wajah membiru).
"Pencegahan, pencegahan terbaik adalah dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) pada anak secara tepat waktu," katanya, dengan menambahkan pengobatan dokter akan memberikan antibiotik untuk mengurangi keparahan gejala dan mencegah penyebaran bakteri.
Peran Kader dalam Pencegahan Pertusis, Edukasi masyarakat tentang etika batuk, PrOmOsi CTPS, Deteksi dini gejala, Rujukan ke fasilitas kesehatan. Tirip

