Berharap Agar Pemikiran Gubernur NTB Betul Mendunia

PaPa
By -
0

 

Gubernur NTB diberitakan menolak gunung Rinjani dibuatkan fasilitas kereta gantung. Wabup Loteng mendadak ikut ikutan menolak.



PEMIKIRAN  Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, ini membuat Mustakim (56), uring uringan. 

Di sejumlah media, termuat pernyataan penolakan Gubenur Iqbal terhadap rencana investasi pembangunan kereta gantung di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). 


Harapan Mustakim untuk bisa naik menikmati alam dari puncak gunung Rinjani, pupus.

Mustakim, penduduk Batunyala, Prateng, Loteng itu ingin sekali "nangkring" dan mandi di waduk hangat di Rinjani. Namun usia dan kekuatan otot menolaknya.


Penolakan gubernur itu sebagai "diskriminasi fisik" baginya. "Cuma pendaki kuat yang bisa ke puncak nikmati  sunrice," gerutunya seraya berdoa agar gubernur Iqbal diberikan pemikiran lebih mendunia lagi, oleh Allah SWT.



Mustakim, sebenarnya ingin supaya gubernur tak berfikiran "kolot" tentang gunung. 

Dia ingin agar gubenur berfikiran kelas dunia, seperti para pemimpin di china, swiss, maupun Jepang. Di negara ini, gubernurnya membangun sarana transportasi rakyat berupa kereta gantung menuju puncak gunung.


Mustakim menyebut, Gunung Tianmen di China, gunung Titlis di Swis, maupun gunung gozaisho di Jepang. Di sana pemerintah  membangun fasilitas  kereta gantung untuk memudahkan akses masyarakat ke puncak.


Seperti di beritakan di beberapa media, alasan Pemprov NTB tetap menolak pembangunan kereta gantung di kawasan TNGR, tidak lepas dari posisi strategis wilayah tersebut sebagai Mother of Island, yang memiliki nilai ekologis dan simbolik tinggi.

Bagi Mustakim, ini alasan yang membuat bingung. "Sepertinya alasan itu adalah alasan yang tidak membuat fikiran menjadi mendunia," katanya.


Mustakim tambah dipusingkan dengan pernyataan Wabup Loteng, Haji Nursiah melalui beragai media yang ikut mendukung Gubernur Iqbal itu. "Semakin tak ada harapan," gerutunya seraya berharap dua orang ini tidak terpilih lagi.



Mardi (69) penduduk Desa Lajut, juga menyatakan kekecewaannya. "Kakek nenek, orang gemuk, anak kecil, hingga orang yang tidak kuat, tetap tidak bisa menaiki Rinjadi jadinya," ujarnya emosi. 

Sebelum ada penolakan Gubenur Iqbal itu, masyarakat yang "tidak kuat" sempat merasa senang.


Mardi, berharap Gubernur NTB bisa berfikir lebih luas lagi. Dengan dibangunnya kereta gantung, semua lapisan masyarakat bisa  muncak. "Saya kecewa dengan pemikiran dia itu," katanya.


Namun di lain pihak, sejumlah dukun dan tukang tenung Loteng mendukung pemikiran Gubeunur Iqbal tersebut. Menurut mereka, pemikiran Gubenur Iqbal itu sangat pas.



Mastur (82) dukun paten penduduk Prateng, mengatakan wilayah TNGR bukan hanya dihuni mahluk kasat mata. Namun di situlah tempat tinggal mahluk ghaib. "Jin, beboro hingga baduk ngoros, ada di situ," katanya.

"Ratu jin bernama putri Anjani juga istananya di sana," tambahnya.


Menurut Mastur, tidak ada hubungannya menolak memberikan fasilitas kereta gantung di Rinjani dengan pemikiran mendunia.

Namun lanjut dia, membangun infrastruktur kereta gantung sama dengan mengusik mahluk mahluk itu. "Kalau gubernur sampai mendukung pembangunan kereta gantung, berarti gubernur telah merusak ekosistem mahluk tersebut," tegasnya. Pau


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default