Dugaan Pejabat Korupsi Di Loteng Terendus. Salahsatunya Pemotongan Gaji CS

PaPa
By -
0

 

Dugaan adanya pejabat lain di Loteng yang melakukan praktek yang sama dengan tiga terdakwa kasus PPJ, mulai menyeruak. 

Seperti gunung es.



MODUS yang dilakukan tiga orang terdakwa mantan pejabat Bapenda Lombok Tengah (Loteng), NTB, diyakini banyak yang dipraktekkan oleh pejabat di instansi lain di daerah ini.

Vonis enam, lima dan empat tahun ditambah mengganti sejumlah ganti rugi kepada masing masing tiga orang terdakwa itu diharapkan sebagai cambuk bagi pejabat lain untuk "tobat".


Namun di beberpa dinas, praktek serupa disinyalir masih dilakukan oknum pejabatnya. Isu tersebut mulai "gentayangan" bahkan sampai ke aparat penegak hukum.


Praktek "gelo" itu terindikasi ada yang melakukannya dengan berbagai macem "pembungkus". "Hasil investigasi kami, ada yang melakukan praktek pemungutan uang untuk memperkaya diri," ungkap  pimpinan Dewan Kedaulatan Rakyat Untuk Demokrasi (Deklarasi) NTB.

Hasil temuannya itu, bakal diserahkan ke kejaksaan nantinya.

Agus Sukandi


Menurutnya, ada dugaan pejabat yang memotong upah cleaning servis (CS) dan pekerja pihak ketiga di OPD. 

Bahkan lebih gilanya lagi, lanjut dia, sang pejabat diduga "memainkan" gaji para pekerja di kantornya.

"Para pekerja sudah diancam untuk tutup mulut agar tidak dipecat," katanya.


Dia mencontohkan pada salahsatu OPD di Loteng. Di sana ada banyak CS yang gajinya tidak sama. Namun para CS tidak berani bersuara. "Setekah kami melakukan pendekatan barulah mereka mengaku," sebutnya.


Dia berharap bahwa para pejabat Loteng yang melakukan praktek korupsi supaya segera diadili dan dipenjara agar daerah Loteng menjadi bersih. PaPa

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default