Aksi di PDAM Loteng itu berakhir memalukan.
Kuasa hukum PDAM dan pendemo saling tantang adu jotos.
Buka-bukaan soal duit juga.
K E T U A Ammar Sasak Samawa Mbojo (Sasambo), Lalu Sukarda menyayangkan kejadian aksi demonstrasi di depan kantor PDAM Lombok Tengah, pada Senin (7/9/).
Saat itu massa datang membentangkan spanduk berisi kritik dan tuntutan terkait pengelolaan serta pelayanan PDAM yang buruk.
Termasuk tuntutan mengenai pengangkatan direksi PDAM yang dinilai "belepotan".
Apalagi Bupati setempat secara mendadak mengangkat kembali Dirut dan Dirum PDAM itu yang berakhir masa jabatannya.
Ketika Aksi demonstrasi Aliansi Pemuda Lombok Tengah (APLT) berlangsung, oknum kuasa hukum PDAM diduga melakukan aksi menantang dengan buka baju dan diduga mengeluarkan kalimat yang membuat tersinggung pihak pedemo.
Kontan, saling tantang adu jotos di antara mereka pun terjadi.
Ketua Ammar Sasambo terpingkal-pingkal dengan kejadian di maksud.
Miq Karde panggilan karibnya mengaku tak habis pikir mengapa orang-orang seperti kuasa hukum dan LSM bersikap seperti preman dan tidak menunjukkan sikap seperti seorang yang berpendidikan.
Apalagi ketika ada tuduhan ada permainan uang pada aksi tersebut.
Seperti diberitakan media, pihak kuasa hukum PDAM menunggu pihak pedemo di sebuah cafe di Mataram dan bicara soal uang agar tidak terjadi demo sesuai pengakuan kuasa hukum PDAM.
Seperti pengakuan pihak kuasa hukum, diduga ada tawar-menawar di situ.
"Ini sangat memalukan dan tidak mencerminkan keprofesionalan," kata aktivis senior ini, pada Rabu (9/9).
Dia menghimbau kepada semua pejabat khusus lingkup Loteng untuk tidak harus selesaikan masalah dengan uang.
Menurut dia, gara-gara kejadian tersebut akan ada aksi besar-besaran kembali ke PDAM.
"Sebelum ini terjadi semoga kedua belah pihak bisa menyelesaikan dengan duduk bersama," harap Miq Karde. PaPa
