Masukkan Alat Kelamin Dalam Kemaluan Santriwati. Tapi Nggak Ada Yang Bunting

PaPa
By -
0

 Seorang Tuan Guru alias kiai di Loteng diviralkan diam-diam ho'oh ama sejumlah santriwatinya.

Namun aksi ngeseks itu tak membuahkan hasil. Soalnya Nggak ada yang bunting.



SEORANG Pimpinan Yayasan pendidikan agama Islam di Lombok Tengah (Loteng), NTB, dilaporkan telah memasukkan alat kelaminnya ke dalam alat kelamin sejumlah santriwatinya.

Tapi sial, perbuatan yahuy itu kini diketahui orang banyak.  Santriwati yang disinyalir kemasukan rudal kiai itu memilih ribut. Kabar kasus indehoy ini pun berebak ke mana-mana, termasuk ke penegak hukum.


Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram melaporkan pimpinan pondok pesantren (ponpes) itu.

Bos Ponpes berinisial AIS dilaporkan atas dugaan persetubuhan terhadap tiga santriwatinya.


Sesungguhnya, kasus terkait nafsu liar ini dilaporkan ke Direktorat Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda NTB sejak 2025 lalu. 

Namun, laporan itu belum ditindaklanjuti karena alat bukti saat itu dinilai belum cukup.


Ketua LPA Mataram, Joko Jumadi mengatakan dugaan kasus ini sudah dilaporkan tahun 2025 lalu. "Tapi saat itu alat buktinya masih belum cukup," kata dia pada Senin (21/9/26) kepada wartawan.


Kejadian dugaan kasus tersebut, menurut Joko, sebenarnya dari tahun 2022 silam. Namun saat ini baru tiga korban yang berani muncul. 

"Kami perkirakan jumlah korban lebih dari sepuluh orang karena dugaan aksi tersebut telah berlangsung cukup lama," katanya.


Modus pelaku dalam melancarkan aksinya beber Joko, yakni dengan memegang tangan korban sembari mengajaknya menikah. Korban kemudian dibawa ke salah satu ruangan untuk diminta melayani nafsu pelaku sambil membacakan ayat-ayat sehingga korban terlena dan tak sadar.


Menurut Joko, korban dengan perlakuan seperti itu baru tiga orang.

"LPA kini masih melengkapi alat bukti yang diminta penyelidik Ditres PPA-PPO Polda NTB," katanya.


Di sisi lain, sejumlah korban sudah berani muncul menuntut keadilan melalui media sosial. Mereka tidak segan mengungkap perbuatan kiai bertampang alim itu terhadap diri mereka.


Salahsatu korban berinisial SW mengaku "digerayangi" sang tuan guru. Santriwati tahfiz Al-Quran itu diajak masuk kamar dan disuruh telanjang bulat membuka pakaian.


SW bersekolah di yayasan itu untuk tahfiz AlQuran dan mendalami ilmu agama. Namun ia mengaku tidak menyangka kalau dirinya di pondok pesantren tersebut dipaksa ngeseks ama kiai pemilik yayasan pendidikan agama islam itu. PaPa





Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default