Diimingi Harapan Baru. Mogok Nakes P3K PW Loteng diubah Ibadah Zikir

PaPa
By -
0

 

Ada banyak jumlah P3K PW di daerah ini. Ada "sekampung" di Loteng. Mereka "bergelimpangan" di seluruh "pojok" dinas dan instansi pemerintah.

Hanya dari Nakes berani ancam "perang" pemerintah mogok kerja.


ANCAMAN mogok kerja Tenaga Kesehatan (Nakes) P3K Paruh Waktu (PW) Lombok Tengah (Loteng) kepada pemerintah mendadak bablas.

 

Rencananya, mogok kerja dimulai Senin (27/4/26) sampai batas yang tidak ditentukan. Menurut salah seoarang Nakes yang enggan namanya disebut, perubahan strategi tuntutan itu karena ada iming iming harapan baru.


Ada beberapa hasil pertemuan perwakilan P3K PW Nakes pada Jum'at (24/4/26)  bersama otoritas setempat yang mampu membuat "perangai" para Nakes P3K PW luluh lantah seketika.


Pihak pemerintah Loteng "mengakali" isu mogok itu dengan buru buru berjanji mengakomodir permintaan mereka. 

"Mengenai upah, Pemda bersedia akan mengkaji ulang.  Pengusulan Formasi P3K PW juga akan segera diusulkan," kata Nakes itu.


Kegiatan mogok kerja hari Senin (27/4/26) pun berubah total. Mogok kerja berubah menjadi zikir dan do'a bersama.

Aksi mogok berubah ibadah tersebut akan di lakukan di Dikes Loteng diikuti  perwakilan masing masing Puskesmas. " Wabup Loteng disuruh hadir pada kegiatan itu," sebutnya.


Zikir dan do'a  juga "fardu" dilakukan  di setiap Puskesmas dan harus dibuatkan video untuk dikirim ke Kepala Dinas Kesehatan Loteng. "Biar pak kadis percaya," katanya.

Kegiatan selanjutnya setelah tgl 27 semua berjalan seperti biasanya, tidak ada mogok.


Di Loteng, menurut bupati setempat, HL Pathul Bahri, ada 4000 pegawai P3K PW yang tersebar di dinas dan instansi. Pihaknya memberikan perhatian yang sama. "Ada 4 ribu P3K PW di Loteng yang tentu mendapat perhatian dari pemerintah," katanya baru baru ini. Pau

Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default