Korban Kelamin Tuan Guru Genit Terus Bertambah?

PaPa
By -
0

Ini tuan guru yang ngaku difitnah itu
 

Jumlah korban "rudal scut" yang diduga milik Kiai di Ponpes itu terus bertambah.

Ada 16 perawan mengaku terkoyak sampai pada akhir September ini.



KENAKALAN  itu sudah cukup merajalela. Bahkan pelakunya dicap sebagai penjahat kelamin oleh netizen di media sosial.


Jumlah korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan bekas pimpinan Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat NWDI di Desa Bungkate, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, NTB, berinisial AIS itu bertambah lagi.

Pada akhir September 2026 ini saja telah mencapai 16 orang.


Perkembangan kasus ini menjadi sorotan banyak kalangan. 

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban yang melapor mencapai 16 orang santriwati.


Terlapor AIS  telah memenuhi panggilan dan diperiksa oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polresta Loteng pada Senin, 28 September 2026. 

Dalam pemeriksaan, sang kiai ahli agama itu tetap membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya. Menurut dia, dirinya difitnah.


Berdasarkan laporan berikut investigasi, pelaku diduga melancarkan aksinya dengan berbagai modus.

Pelaku kadang memberi iming-iming, janji keberkahan, ritual tertentu, hingga klaim pengobatan kepada para korban.


Kasus ini mencuat dan viral setelah investigasi media mendalam serta laporan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA). 

Viralnya kasus ini sempat memicu keresahan orang tua murid yang menitip anak mereka di Ponpes tersebut. Mereka kemudian ramai-ramai  menjemput pulang anak-anak mereka.


Penanganan perkara ini kini menjadi prioritas utama pihak kepolisian dan mendapat dorongan kuat dari berbagai pihak termasuk Kemenag serta tokoh masyarakat agar diusut tuntas secara hukum.

Dukungan supaya kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan seksual yang diduga melibatkan pimpinan pondok pesantren ini juga terus disuarakan.


Sebanyak 16 orang santriwati telah berani bersuara. Mereka melapor kepada LPA  kasus kekerasan seksual yang menimpanya selama mengaji di ponpes tersebut.


Di lain sisi, bos ponpes itu sudah menyatakan memilih mundur dari seluruh jabatan yang diembannya di Pondok Pesantren Abul Barokat Wannafahat, Bunkate, maupun pondok pesantren lainnya, beberapa waktu lalu


Keputusan tersebut diambil demi menjaga agar aktivitas belajar-mengajar di pondok pesantren tetap berjalan normal dan tidak terganggu oleh persoalan yang sedang dihadapinya.


AIS bilang persoalan tersebut merupakan masalah pribadi dan tidak berkaitan dengan pondok pesantren.

 “Saya pribadi sangat tidak rela dan tidak ridho jika kegiatan proses menuntut ilmu di pondok pesantren Abul Barokat berhenti gara-gara fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar, ” katanya dihadapan media. Pau


Tags:

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default