Keracunan MBG dirasa sudah merebak di mana-mana.
Menjadi momok menakutkan, sejumlah orang tua murid ingin agar hukum Qisas diberlakukan.
KEINGINAN orang tua murid itu tidak mengada-ada. Mereka ingin Hukum Qisas bagi para pelaku "bisnis" makana bergizi tersebut.
Lalu Usman, salahseorang pengamat sosial Lombok Tengah ( Loteng), mengaku banyak mendengar ungkapan kekhawatiran orang tua murid tentang bahaya keracunan MBG.
Orang tua khawatir anak-anak mereka dapat giliran keracunan karena MBG.
"Banyak orang tua khawatir anak mereka akan keracunan apalagi sampai meninggal," kata Usman.
Kekhawatiran itu, lanjut Usman, dipicu banyaknya kasus dugaan keracunan yang dialami murid karena menyantap MBG.
"Banyak orang tua murid hidupnya tidak tenang dihantui anak mereka akan kebagian dapat keracunan,"katanya.
Untuk mengantisipasi keresahan itu, kata Usman, banyak orang tua murid ingin agar para pelaku "projek" makanan bergizi itu bertanggungjawab jika para murid keracunan dengan hukuman yang sama.
Yakni dengan memaksa mereka makan makanan bercaun juga agar mereka muntah dan kejang-kejang keracunan seperti yang dialami anak mereka.
"Semua orang tua anak murid, bergiliran menyuapi makanan beracun ke mulut semua pekerja pada dapur MBG bersangkutan agar mereka mengalami hal yang sama," kata Usman membeberkan keinginan sejumlah wali murid.
Hukuman bagi mereka ini, menurut Usman adalah hukum Qisas yakni hukuman yang sama antara korban dan pelaku.
Hal ini diyakini agar para pekerja MBG lebih serius dalam membuat dan menyajikan makanan kepada anak anak.
Kata Qisas, jelas Usman, berarti menyamakan. Jadi pelakunya dibalas setimpal dengan perbuatan.
Tujuannya bukan balas dendam, tapi untuk menjaga nyawa, kehormatan dan memberi efek jera. PaPa
